Mengenal Plastisol Transfer Printing Teknik Sablon pada Kaos

anak perempuan

Plastisol transfer printing mungkin masih asing di telinga kebanyakan dari kita. Istilah ini merupakan sebuah teknik cetak biasanya untuk cetak sablon kaos. Untuk kamu yang berniat mencetak sablon sebaiknya mengenal plastisol transfer printing terlebih dahulu.

Dalam industri konveksi kaos, cukup banyak teknik sablon yang bisa digunakan. Misalnya seperti teknik CTS, teknik DTG, dan yang cukup digemari yaitu teknik plastisol transfer printing. Berikut ini beberapa hal yang harus kamu ketahui tentang plastisol transfer printing.

Pengertian Plastisol Transfer Printing

Image Source: anatol.com

Plastisol transfer printing yang juga dikenal dengan Heat Press Transfer yaitu teknik cetak dengan cara memindahkan gambar desain menuju kaos melalui proses pemanasan. Dalam proses cetaknya menggunakan mesin press, tinta khusus, dan kertas transfer.

Kertas transfer yang digunakan ada dua macam yaitu paper clear dan paper dark. Kedua jenis kertas tersebut digunakan untuk warna kaos yang berbeda. Paper clear digunakan untuk kaos polos yang berwarna terang, sedangkan paper dark untuk kaos polos berwarna gelap.

Cara Kerja Plastisol Transfer Printing

Cara kerja dari teknik ini sebenarnya sederhana, hampir sama dengan mencetak desain di printer kemudian disetrika di kaos. Perbedaannya yaitu plastisol transfer memiliki mesin khusus, tinta yang digunakan juga khusus, dan kertas yang dipakai adalah kertas transfer.

Mesin khusus yang disebut dengan mesin press tersebut bekerja dengan cara mencetak desain di kertas transfer. Kemudian desain dicetak ke kaos dengan cara dipanaskan. Teknik ini menggunakan teknik sablon manual karena sablon tidak bisa dicetak melalui tinta biasa.

Cara Menyablon dengan Teknik Plastisol Transfer Printing

Cara menyablon dengan teknik ini sebenarnya tidak susah. Pertama siapkan desain sablon yang akan digunakan dengan screen sablon manual. Jangan lupa gunakan fungsi mirror karena transfer plastisol membuat sablon dicetak terbalik pada kaos.

Cetak desain menggunakan tinta khusus dan kertas transfer dengan teknik sablon manual. Siapkan kaos polos yang akan dicetak, berikan kertas transfer di atasnya. Lakukan proses pemanasan dengan menekan kaos melalui mesin hot press.

Suhu yang digunakan adalah 140 derajat celcius, dan lakukan pemanasan selama 10 detik. Lepas kertas transfer dari kaos dengan hati-hati. Jika berhasil desain akan tercetak pada kaos dengan sempurna dan proses pencetakan telah selesai.

Kelebihan Cetak dengan Plastisol Transfer Printing

Meski dilakukan dua kali proses pencetakan yaitu proses manual dan proses press, namun teknik plastisol transfer printing dinilai mudah untuk dilakukan. Apalagi jika skala yang dicetak masih kecil, teknik ini bagus untuk dicoba.

Mengenal plastisol transfer printing dengan mengetahui kelebihannya yaitu praktis dan sederhana, kualitas cetakan yang cukup baik, hemat waktu jika dibandingkan dengan proses tradisional, dan proses pengeringan yang tidak lama. Jenis kaos polos yang bagus untuk teknik plastisol transfer adalah katun combed dan TC.

Kelemahan Hasil Plastisol Transfer Printing

Meskipun memiliki banyak kelebihan teknik plastisol transfer printing juga memiliki kelemahan. Kelemahannya yaitu mudah mengelupas jika sablon digosok-gosok terutama saat mencuci.

Oleh sebab itu, kamu harus memperhatikan cara merawat kaos yang benar agar menjadi awet seperti kaos lainnya. Jangan menggosok kaos terutama di bagian gambar untuk menjaga kaos agar tidak terkelupas.

Kunjungi: Konveksi Kaos Solo

Mengenal plastisol transfer printing sebelum memilih teknik sablon yang akan kamu gunakan bertujuan agar tidak akan kecewa setelah mendapatkan hasilnya. Selain plastisol transfer printing masih banyak jenis digital printing lain yang digunakan untuk mencetak kaos.

Published on Mar 26, 2019 | Under Lain-lain | By Anonim
please edit your menu